anindrustiyan

lovely room

  • 25th July
    2013
  • 25

Is it Love, Infatuation, or Lust?

Mempunyai banyak teman di Plurk membuatku mendapatkan beragam informasi yang sebelumnya nggak pernah terpikirkan untuk dicari di internet. Baru-baru ini aku menemukan dua website yang berhubungan dengan relationship yang menurutku menarik

Yang pertama, How To Know The Difference Between Love, Infatuation and Lust. Di sini ada 7 sub cara untuk mengidentifikasi perasaan, apakah perasaan kamu ke orang yang kamu suka itu masuk kategori Cinta, Tergila-gila (Ngefans) atau hanya Nafsu. Dari ketujuh sub cara tersebut aku simpulkan seperti ini :

Love : kamu ingin membagi informasi apapun padanya, dan dia adalah orang pertama yang muncul di kepalamu ketika kamu ingin cerita, entah itu cerita yang bagus atau buruk. Kamu merasa aman & nyaman dan kamu tahu dia selalu ada buat kamu. 

Infatuation : kamu mungkin merasa sangat menyukainya, dan mungkin mengkategorikannya sebagai cinta. Tetapi kalau yg ada di pikiranmu adalah hanya tentang bagaimana membuatnya terkesan, atau kamu terus-terusan berpikir apakah cara kamu membuatnya terkesan itu salah ketika kalian lagi bertengkar, mungkin saja itu infatuation. Kamu cuma tergila-gila sama dia.

Lust : simpelnya, kamu cuma mikir gimana caranya biar kamu bisa mendapatkan dia dan menganggapnya sebagai hadiah/benda, bisa jadi itu masuk kategori lust. Kamu sangat ingin mendapatkannya dan menganggapnya sebagai kompetisi. Entah itu dengan orang lain atau dengan diri kamu sendiri. Nggak peduli apakah dia juga punya partner lain, meskipun kamu kadang jealous juga kalau liat dia sama orang lain.

Sejauh ini, cara-cara tersebut sangat membantuku untuk mengetahui, mengidentifikasi dan mendefinisikan perasaan ketika aku menyukai pria atau ada orang yang menyatakan suka ke aku. Hasilnya cukup jelas kok. Sehingga kita bisa mengambil langkah selanjutnya, mau meneruskan, atau udahan aja. Pilihan ada pada kita, tetapi kalau kita sendiri nggak tau harus mulai dari mana, bagaimana kita mau memilih? :)

  • 15th April
    2013
  • 15

Bolehkah Kunikmati Saja?

Ia bertanya padaku. Benarkah rasa itu? Jika memang iya, bagaimana bisa? Bagaimana bisa begitu cepat? Sedangkan kita baru saja bersua. Aku diam menatap kakiku sendiri. Susah menjawabnya. Karena rasa ini datang begitu saja. Tetapi percayalah. Aku tak bermaksud buruk. Meski beberapa kawan menasehatiku. Hati-hati dengan hati. Hati-hati main dengan hati. Tetapi aku terlanjur berada di pusarannya. Susah untuk kembali. Bolehkah kunikmati saja?

Mereka bilang nanti aku patah hati. Mereka bilang nanti aku sedih. Tetapi aku terlanjur bermain dengannya. Aku terlanjur merasakan hangatnya. Dan terlanjur terbiasa dengannya. Bolehkah kunikmati saja?

Aku berusaha hati-hati. Aku berusaha tak terlalu berharap. Aku berusaha biasa. Tetapi dengannya aku merasa berbeda. Aku merasa mendapat sesuatu yang kuinginkan. Dan yang kubutuhkan. Bolehkah kunikmati saja?

Mereka bilang nanti aku sakit. Mereka bilang nanti menangis. Tetapi aku merasa ia pun mulai terbiasa denganku. Aku merasa ia membalasku. Aku merasa ia mengerti butuhku. Bolehkah kunikmati saja?

Mungkin aku belum tahu dia. Mungkin aku belum paham dia. Tetapi ia tahu aku. Ia mengerti dan memahami aku. Aku pikir aku akan bisa juga begitu seiring berjalannya waktu. Bolehkah kunikmati saja?

Terkadang, banyak orang rela merasa sakit demi merasakan nikmat meski hanya sesaat. Mereka tahu, sakit yang dirasa akan lebih lama dari bahagia yang hanya mampir sejenak. Mereka tahu, dan mereka mengerti, sakit itu akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menyembuhkan daripada ketika mereguk indahnya. Mereka tahu, mereka mengerti, dan mereka paham, rasa sakit itu meskipun mungkin sembuh, tetap akan meninggalkan bekas, yang lebih jelas dan tak bisa lepas disbanding detil ketika senang. Dan mereka menikmatinya. Jadi, bolehkah kunikmati saja?

  • 14th April
    2013
  • 14

Hujan

Hujan. Ia tak sekedar fenomena alam. Tak sekedar berupa siklus air pada permukaan bumi. Tak sekedar menitikkan dan menjatuhkan partikel air. Ada kesan padanya. Kesan sedih pada mendung, kesan sendu saat hujan turun,namun juga ada kesan lega ketika ia reda. Banyak orang menganalogikan hujan dengan kesedihan. Aku pun hampir demikian. Tetapi kemudian aku mengalami hal yang membuatku merindukan hujan. Saat di mana aku tak peduli akan basah, saat di mana aku tak peduli aku akan sakit kepala atau masuk angin akibat hujan yang menerpa. Saat di mana aku hanya peduli pada dia yang ada di depanku. Yang menggenggam tanganku dengan hangat, yang mengusap punggungku untuk menenangkan, yang menatapku dengan tatapan dan senyuman yang kurindukan.

Aku tak ingin menceritakan detil awal hari itu. Kubagikan saja bagian yang paling ingin kuingat saat itu. Awal masuk taman kota saja sebenarnya gerimis sudah turun. Setitik dua titik. Kami tak peduli. Terus saja berjalan pelan menyusuri taman, mencari tempat di mana kami bisa duduk mengobrol. Atau lebih tepatnya diam berdua. Pernahkah aku bercerita bahwa aku termasuk orang yang cenderung diam dan kehabisan kata saat bersama orang yang kucinta? Aku mencoba bercerita. Menceritakan apa saja seperti aku bercerita pada keluarga dan sahabat. Tetapi mendadak pikiranku kosong. Aku tak tahu harus bercerita apa. Hingga gerimis mulai makin deras. Satu-satunya tempat yang tak terlalu basah adalah bagian taman yang terlindungi deretan anyaman bambu yang tertutup tanaman sulur merambat. Hujan masih bisa menembus. Tetapi setidaknya kami tidak basah kuyup karenanya.

Dengan begitu santainya aku duduk di latarnya. Ia mengikuti gerakanku. Duduk di sampingku tetapi dengan posisi menghadapku, bukan menghadap ke arah yang sama denganku. Aku jadi bisa melihat wajahnya. Dan kemudian, keningku pada bahunya dan keningnya pada bahuku. Jujur aku terkejut. Biasanya ia membiarkanku bersandar di bahunya. Tanpa balasan, tetapi juga tanpa perlawanan. Dan kami masih saja terdiam.

Para pasangan di sekitar kami bersuara. Entah hanya mengobrol biasa atau bercanda dan tertawa terbahak bersama. Tapi kami diam. Aku mencoba memecah keheningan. Dan obrolan itu pun mengalir lah. Pelan, lirih. Suaraku tepat di telinganya dan suaranya tepat di telingaku. Lembut. Dan hanya kami yang bisa mendengar dan tahu. Saat itu aku merasa hangat. Hangat akan suara lembutnya yang lirih, mengobati perih. Ia menggenggam tanganku. Hangat. Ia menatapku langsung. Dekat. Aku tak berani menatapnya. Malu.

Hujan reda, bersamaan dengan malam yang semakin menua. Aku putuskan untuk pulang. Ia mengangguk menyetujuinya. Satu hal lagi yang mengejutkanku tetapi aku menyukainya. Ia menggenggam tanganku lagi, sepanjang perjalanan pulang. Meski sesekali dilepas demi keselamatan kami berkendara. Tetapi genggaman tangannya saat itu, senyumnya kala itu, sejatinya membuatku ingin memperlambat waktu.

  • 7th February
    2013
  • 07

Whats Inside My Makeup Bag?

image
I ever posted about the things inside my makeup bag, and now I want to post the same things but it’s updated! Many things I’ve bought because I need (or forced need) the colors and their function. Mostly I bought lipstick. Last two months I’ve invited to many wedding party and I need some different colors from I ever have because I must matched them with my outfit colors. Oooooh, what an alibi!!! Hahaha. Just take a look what I have! (P.S : I don’t give a swatches of my lipsticks colors, some of them already run out and left a little stick. Trust me, its not a pretty sight)

Read More

  • 28th January
    2013
  • 28

Feel The Classic

I just attending my uncle's post graduation yesterday and we stayed for a night at the hotel (the graduation held in the hotels hall). The hotel's named Gajah Mada Graha Hotel and it looks so classy. A little bit look like a colonial vampire's house outside but the interior is so classy and comfy. I like to take the pictures inside my room. 

and I wear my new scarf, tribal pattern becoming trend this year!! lovely!!

love,

anind

  • 28th January
    2013
  • 28

Greenfield Flowers

This is how I styled my green maxi skirt for wedding party. A solid, plain color maxi skirt matched with flowery top. Just add simple pearl necklace and cute, feminine brooch for the accessories. Black heels to complete the look. And I am ready to attending the wedding party.

for the makeup details, look here

love,

anind

  • 23rd January
    2013
  • 23
  • 22nd January
    2013
  • 22
  • 21st January
    2013
  • 21

Makeup Inspiration - Greeny Gold

image

another green shade makeup inspiration. I wear a fake eyelashes. hurraaaay to me, I can wear it by my self!! XD

Still wearing Wardah makeup. Check my previous makeup inspiration post for detail. Oh, I tried Wardah Double Function Kit. It’s eyeshadow base and concealer in a one place. My eyeshadow colors looks POP with it! Love it <3

xoxo,

anind

  • 9th December
    2012
  • 09